Beberapa Kecenderungan Masa Depan Rumah Sakit Kita (Indonesia)

International Hospital Congress Ke 21 telah diselenggrakan di Oslo pada akhir bulan Juni 1979.  Para ahli WHO , direktur rumah sakit serta kalangan kesehatan masyarakat lainnya dari seluruh dunia, berdiskusi untuk membicarakan berbagai segi masalah perumahsakitan. Topik yang paling hangat adalah masalah cost containment atau masalah mengatasi pembiayaan rumah sakit.

Diseluruh dunia, ditemui keluhan adanya peningkatan biaya rumah sakit yang sangat tinggi, yang meningkat melampaui biaya-biaya lainnya. Di Philipina, majalah Asean medical News (Juli 3, 1979) melaporkan bahwa banyak rumah sakit yang mengalami kesulitan biaya dan akan dijual. masyarakat, kata majalah itu, tidak mampu lagi membayar biaya  rumah sakit. Hanya (20-30%) rakyat yang mampu membayar biaya rumah sakit, sementara rumah sakit mendapat kesulitan untuk membayar gaji karyawan-karyawannya. Rumah Sakit adalah suatu proyek yang bersifat labour intensive sehingga biaya personel akan sangat besar.

Di Indonesia, dunia perumahsakitan membuka halaman baru yaitu, dengan dimungkinkannya rumah sakit sebagai proyek penanaman modal dalam negeri. BKPM dengan SK no.2, tertanggal 28 mei 1979 menetapkan bahwa bidang usaha penyelegggaraan rumah sakit dimasukkan dalam Daftar Skala Prioritas (DSP) penanam modal dengan nomor ISIC 1931. Surat Keputusan ini juga menyatakna bahwa persyaratan 25 % bagi orang-orang yang tidak mampu harus memenuhi perundang-undangan yang berlaku.

Perkembangan manajemen rumah sakit

manajemen Rumah sakit memang semakin kompleks. mkin banyak displin ilmu yang terlibat di dalamnya. Tidak saja profesi Kedokteran tetapi juga teknik, ekonomi, hukum, akuntan, dan lain-lain. Di Indonesia Amerika Serikat, rumah sakit dengan 160 bed sudah menggunakan komputer.

Perkembagan itu sejalan dengan perkembangan ekonomi, teknologi, penemuan obat-obatan dan bahkan kebutuhan masyarakat modern pada umumnya. Rumah sakit, seperti halnya pelayanan kesehatan pda umumnya, makin luas jangkauannya dan bahkan menjngkau hal-hal yang dulu dianggap bkan masalah kesehatan. Inilah, yang dinamakan proses medicalization yang memperluas jangkauan masalah kesehatan dan merupakan satu faktor dari kenaikan biaya kesehatan.

By manyundarma

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s